Minggu, 30 Januari 2011

Pertemuan 3

       Aku mengarahkan belati perak tepat ke dada kirinya.
      "Aku akan membunuhmu vampir!"Matanya membelalak, tapi itu bukan ekspresi ketakutan. Ia terkejut, terkejut mendengar ucapanku.
      "Tenanglah Rose!" ucapnya lembut.
      "JANGAN SEBUT NAMAKU!" teriakku.
      "Kalau begitu, bunuhlah!"
      "Memang itu yang akan kulakukan." Ujung belatiku menyentuh kulitnya dan menimbulkan suara berdesis.
Dia meringis. "Lakukan dengan cepat. Itu sangat tidak berperikemanusiaan"
      "Kau bukan manusia," ucapku lirih.

      "Begitukah?" Dia tersenyum. Ia sungguh mempesona, bahkan disaat seperti ini.
      Tanganku gemetar. Dia menepisnya dengan gerakan anggun, namun cukup kuat untuk melempar belatiku jauh.
Dia menjatuhkanku. Seketika aku merutuki diriku sendiri. Ia tergelak melihat ekspresiku. Aku kembali melihat kilauan tajam dalam mulutnya.
      Ia menekan tubuhku ke lantai. Tangannya yang dingin menyentuh pipiku dan menyibakkan rambutku. Tanganku gemetar hebat. Aku mengepalkan tangan dan memukulkannya ke tanah.
      Wajahnya semakin mendekat. Aku memejamkan mata. Namun aku tidak merasakan apapun, tidak merasakan taring menembus leherku.
      Aku membuka mata. Ia menempelkan telinga kelantai, tepat disamping kepalaku.
      "Mereka datang," bisiknya seolah pada diri sendiri. Dia mengangkat tubuhku dan membawaku berlari dengan kecepatan yang tak lazim.
      "TURUNKAN AKU! LEPASKAN! BUNUH AKU! BUNUH AKU SEPERTI KAU MEMBUNUH ALEX!" teriakku.
      "Oh, diamlah..." gumamnya.

0 komentar:

Posting Komentar