“Jadi kau memberi Ken darahmu?” tanya Monsieur Percevel.Aku mengangguk.
“Lukamu akan segera sembuh Ken. Berterimakasihlah pada Rosie.” Monsieur Percevel memandang Ken penuh makna. “Boleh aku meminjam belatimu Rose?” ucapnya kemudian.
Aku mengambil belati yang kuselipkan di jaket dan mengangsurkannya pada Monsieur Percevel.
“Memang Belati milik Janet,” ucapnya. Ken melirik belati itu penuh minat.
“Ya, ini milik ibuku. Hal istimewa apa yang ada dalam belati ini Monsieur?” tanyaku.
“Mereka Kembali dengan Secawan Darah,” Monsieur Percevel membaca ukiran di belati itu. “Ukiran inilah yang membuat belatimu istimewa.”
“Apa maksud ukiran itu?”
“Ken akan mengantarmu pada yang orang lebih tahu besok siang, bukankah begitu Ken?” Monsieur Percevel menatap Ken.
“B-besok siang?” Ken tergagap.
“Ya, bukankah kau sudah meminum darah Rose? Aku yakin itu akan melindungimu dari matahari,” ucap Monsieur Percevel. “Tidurlah Rosie, kau tampak sangat lelah.”


0 komentar:
Posting Komentar