Minggu, 30 Januari 2011

The Valerè House 2

       Kami memasuki pekarangan sebuah rumah kuno. Aku kecewa, rumah vampir itu tidak seperti yang kubayangkan. Dua topiary berbentuk angsa mengapit sebuah kolam kecil. Bunga-bunga Lily rapi dalam pot-pot.
      "Bonsoir mon fils," kata sebuah suara dibelakang kami. Aku berbalik. Seorang pria dengan setelan rapi duduk disebuah kursi taman.
      "Selamat malam juga ayah," kata Ken.
      "Apa yang terjadi padamu?" tiba-tiba pria itu telah berdiri didepan kami.
      "Aku terluka," kata Ken seraya menunjukkan lukanya.
      "Apa manusia ini yang melakukannya?" mata biru pria itu menatapku. Lalu dengan gerakan tak terlihat dia mengambil belati yang kuselipkan di jaketku.

      "Dia... Dia putri Abelard Valerè ayah." kata Ken.
      "Menarik sekali. Anak Abelard adalah pemburu vampir." dia mengembalikan belati itu ketanganku.
      "Bukan, aku hanya..."
      "Ikuti aku." kata pria itu tidak menghiraukan ucapanku. Tiba-tiba dia berbalik. "Terlebih dahulu, perkenalkan aku Percevel Valerè." Pria itu mengulurkan tangan.
      "Aku Rosaline Adrian." aku menjabat tangan sedingin es itu. "Maaf Monsieur Valerè, nama keluarga anda..."
      "Nama keluargaku? Valerè? Semua vampir di negara ini adalah seorang Valerè nak. Dan kau boleh memanggilku Percevel. Atau memanggilku ayah jika kau mau. Seperti yang lain." kata Monsieur Percevel seraya melangkah menuju rumahnya.

      Rumah itu lebih besar daripada yang terlihat dari luar, langit-langitnya tinggi dengan ukiran-ukiran yang indah, sebuah Grand Piano berdiri di dekat tangga. Seorang gadis vampir sedang memainkan Piano Sonate no.15 milik Mozart. Ia menghentikan permainannya begitu kami memasuki ruang tamu.
      Gadis itu menghampiri kami. “Mon Cher,” katanya seraya menyentuh wajah Ken.
      “Aku tidak apa-apa Hana,” ucap Ken.
      “Apa setiap vampir harus bisa berbahasa Perancis?” Aku mendengus.
      “ Kau akan mengeguasai dengan sendirinya jika sudah berpuluh-puluh tahun bersama ayah,” kata Ken.
      “Terimakasih banyak Ken, tapi sepertinya aku tidak berminat untuk itu,” kataku.

0 komentar:

Posting Komentar