Ruang tamu itu dipenuhi para Valerè, duduk mengitari sebuah meja panjang berukiran rumit. Lukisan-lukisan tetua vampir Eropa berjajar di dinding, mata mereka memandang meja panjang, mengintimidasi. Monsieur Percevel mengamati cawan perak Leon, wajah vampirnya yang sempurna lebih tampak seperti pahatan ketika tak bergerak.
"Ada yang ingin berbicara tentang ini?" tanya Monsieur Percevel. Aku mengangkat tangan dan segera merasa bodoh karena itu. Para Valerè menatapku, Monsieur Percevel mengangguk.
Aku bangkit dari dudukku. "Saya memiliki rencana untuk mendapatkan darah Abelard, Monsieur," kataku. "Satu-satunya cara untuk memperoleh darah Abelard adalah dengan pemurnian darah, dan saya akan
melakukannya."
"Kau akan menjadi vampir?" tanya Ken.
"Ya, bukankah setelah itu kita akan mengetahui rahasia pembalikan? Aku bisa kembali seperti semula," ucapku pada Ken.
"Aku tidak mengizinkannya," kata Monsieur Percevel. "Ini terlalu gegabah, aku tidak akan mengorbankanmu hanya untuk mengetahui proses pembalikan, proses pembalikan bukan tujuan utama kita."
"Bukankah dengan berkurangnya pasukan Abelard akan memudahkan penyerangan kita?" kataku. Bagaimanapun, aku harus mengetahui rahasia pembalikan, itu satu-satunya cara untuk menolong Alex.
"Aku setuju dengan Rose, ayah." kata Jocelin. "Mengetahui rahasia pembalikan sangatlah penting, dan aku tidak melihat cara lain untuk memperoleh darah Abelard."
"Bagaimana jika Rose tidak terselamatkan?" ucap Monsieur Percevel pada Jocelin. "Ini terlalu beresiko Jocey, Rose adalah satu-satunya cara kita untuk membunuh Abelard. Kita akan mencari cara lain."
"Ada yang ingin berbicara tentang ini?" tanya Monsieur Percevel. Aku mengangkat tangan dan segera merasa bodoh karena itu. Para Valerè menatapku, Monsieur Percevel mengangguk.
Aku bangkit dari dudukku. "Saya memiliki rencana untuk mendapatkan darah Abelard, Monsieur," kataku. "Satu-satunya cara untuk memperoleh darah Abelard adalah dengan pemurnian darah, dan saya akan
melakukannya."
"Kau akan menjadi vampir?" tanya Ken.
"Ya, bukankah setelah itu kita akan mengetahui rahasia pembalikan? Aku bisa kembali seperti semula," ucapku pada Ken.
"Aku tidak mengizinkannya," kata Monsieur Percevel. "Ini terlalu gegabah, aku tidak akan mengorbankanmu hanya untuk mengetahui proses pembalikan, proses pembalikan bukan tujuan utama kita."
"Bukankah dengan berkurangnya pasukan Abelard akan memudahkan penyerangan kita?" kataku. Bagaimanapun, aku harus mengetahui rahasia pembalikan, itu satu-satunya cara untuk menolong Alex.
"Aku setuju dengan Rose, ayah." kata Jocelin. "Mengetahui rahasia pembalikan sangatlah penting, dan aku tidak melihat cara lain untuk memperoleh darah Abelard."
"Bagaimana jika Rose tidak terselamatkan?" ucap Monsieur Percevel pada Jocelin. "Ini terlalu beresiko Jocey, Rose adalah satu-satunya cara kita untuk membunuh Abelard. Kita akan mencari cara lain."


0 komentar:
Posting Komentar