Selasa, 01 Februari 2011

Le Sang de Père Est le Sang de Ses Enfants 1

       Semua yang kulihat berwarna hijau. Pohon-pohon tumbuh berdekatan, batu-batu ditumbuhi lumut. Aku mencengkram bahu Ken, berusaha tidak jatuh saat ia berlari melompat-lompat dalam hutan.
      Seekor rusa menegakkan telinga saat mendengar suara kami. Rusa itu berlari ketika tiba-tiba Ken melompat di depannya.
      "Kita sudah hampir sampai," kata Ken.
      "Kau bisa menurunkanku sekarang?" tanyaku.
      Ken menurunkanku dari punggungnya.
      Tak lama kami berjalan, tampak sebuah cottage dengan cat yang telah memudar, kayu-kayu bakar bertumpuk disisi kirinya. Bunga-bunga Dandelion tumbuh liar disekeliling pondok, biji-bijinya yang telah mengering berterbangan ditiup angin, tampak seperti paralayang yang terayun-ayun di udara.

      "Apa ini rumah Leon?" tanyaku.
      Ken mengangguk. Ia mengetuk pintu pondok itu.
      "Siapa?" tanya sebuah suara berat dari dalam pondok.
      "Ken Valerè, dan aku bersama putri Abelard," kata Ken.
      "Buktikan," kata suara itu lagi.
      "Tunjukkan belatimu!" bisik Ken padaku.
      Aku mengeluarkan belatiku dan mengangkatnya setinggi dada. Beberapa saat kemudian pintu itu terbuka memperlihatkan seorang kakek tua.
      "Cepat masuk!" kata kakek itu. Ia mempersilahkan kami duduk, sofa itu keras dan agak berdebu.
      "Kau masih belum berubah Ken, masih seperti remaja berumur 17 tahun," kata kakek itu memulai perbincangan.
      "Kau juga tidak berubah dari 59 tahun yang lalu Leon." Ken tersenyum. Lalu keduanya tergelak.
Aku kembali menyadari bahwa Ken lebih tua dari apa yang terlihat. Entah berapa usianya, puluhan bahkan mungkin ratusan tahun.
      "Jadi kau telah meminum darah setengah vampir? Kulihat sinar matahari tidak bisa melukaimu," ujar Leon penuh selidik.
      "Aku sendiri yang mau memberikan darahku," kataku.
      "Menarik sekali. Abelard akan membunuhmu jika mengetahuinya Ken." Pria tua itu menyeringai.
      "Dia tetap akan membunuhku meskipun aku tidak meminum darah putrinya, dia akan membunuh kita semua. Itulah sebabnya kami menemuimu."
      "Tunggu sebentar." Leon meninggalkan kami menuju ruangan lain dalam rumahnya.

0 komentar:

Posting Komentar